Mengenal Awal Pengembangunan BSD City yang dimaksud Kini Ditetapkan Jokowi Jadi Kawasan Sektor Bisnis Khusus

Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menetapkan kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) pada Tangerang Selatan, Banten berubah menjadi salah satu Kawasan Sektor Bisnis Khusus (KEK) bidang edukasi, teknologi, juga kesegaran internasional yang digunakan tertuang pada Peraturan pemerintahan Nomor 38 Tahun 2024 yang mana ditandatangani pada Senin, 7 Oktober 2024.
Selain KEK BSD, otoritas juga menetapkan KEK Perjalanan Kesejahteraan Internasional Batam melalui melalui Peraturan pemerintahan Nomor 39 Tahun 2024. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengemukakan setiap kawasan kegiatan ekonomi memiliki fokus pengembangan yang digunakan spesifik sebagai tujuan penetapannya.
“Diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, menciptakan lapangan kerja, juga menyita perhatian investasi,” kata beliau pada pernyataan resmi, Kamis, 10 Oktober 2024.
Sejarah Penguraian BSD
Bumi Serpong Damai atau yang tersebut biasa disingkat bermetamorfosis menjadi BSD adalah sebuah kawasan perumahan dan juga usaha yang mana terletak pada Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Kawasan ini bermetamorfosis menjadi salah satu kawasan terintegrasi terbesar dalam Indonesia, yang digunakan mencakup perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, juga berubah-ubah sarana umum juga rekreasi.
Dilansir dari laman resminya, Bumi Serpong Damai (BSD) yang mana pada saat ini tambahan dikenal dengan sebutan BSD City, merupakan bangunan kota mandiri yang tersebut diresmikan pada tanggal 16 Januari 1989 oleh Mendagri Rudini ketika itu. Namun sebenarnya penyelenggaraan BSD telah lama dimulai oleh pengembangnya pada 1984 yaitu Founding Shareholders dengan mendirikan PT Bumi Serpong Damai Tbk.
Dalam perkembangannya, perkembangan kota ini diinisiasi oleh raksasa property Tanah Air, Ciputra. Pihak Ciputra merancang sebuah kawasan Bumi Serpong Damai dengan memegang izin area sebesar 6.000 hektare. Lambat laun seiring berjalannya waktu akses untuk masuk ke kawasan ini berubah menjadi mulai terbuka.
Pada ketika yang tersebut bersamaan, dibangun sebuah jalan tol bernama tol Kebun Jeruk-Tangerang-Merak. Dalam tahapan konstruksi BSD, Ciputra bukan berpindah sendiri. Kawasan ini dibangun oleh aliansi OT BSD yang digunakan mana ke dalamnya terdiri berhadapan dengan 11 perusahaan swasta dengan total pembangunan ekonomi sebesar Rp. 3,2 triliun. Adapun 11 perusahaan yang disebutkan terdiri menghadapi perusahaan gabungan seperti kelompok usaha Sinar Mas, Metropolitan, Salim, hingga Pembangunan Jaya.
Kendati demikian, sejak tahun 2003 – 2004, kepemilikan dari Bumi Serpong Damai atau BSD mengalami peralihan serta diambil alih oleh grup Sinar Mas. Mulai pada waktu itu pula kawasan ini lebih tinggi dikenal dengan nama BSD dengan beberapa tempat yang digunakan terkenal antara lain ICE BSD (Indonesia Convention Exhibition), AEON Mall BSD City, The Breeze BSD City, serta beragam kompleks perumahan mewah.
Hingga ketika ini BSD masih dikelola di dalam bawah bendera Sinar Mas Land, melalui anak perusahaannya yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Kawasan BSD City juga dikenal luas dan juga diakui sebagai salah satu kota mandiri terbaik pada Indonesia, Asia, hingga bumi yang dibuktikan dengan bermacam penghargaan yang dimaksud telah dilakukan diraihnya, beberapa dalam antaranya adalah Gala FORTUNE Nusantara 100 sebagai Korporasi Properti kemudian Real Estate Terbesar di dalam Indonesia, Penghargaan PropertyGuru 2024 untuk Pembangunan Perumahan Ramah Lingkungan Terbaikdan Penghargaan Tata Kelola Global yang dimaksud Baik (3G) di Inovasi lalu Solusi Hijau 2024.
Pada tahun ini, Jokowi secara resmi menetapkan BSD City sebagai salah satu Proyek Penting Nasional (PSN) yang dimaksud baru. Hal itu diberitahukan oleh Menteri Koordinator Sektor Perekonomian, Airlangga Hartarto, pasca Rapat Terbatas (ratas) dengan Jokowi dalam Istana Kepresidenan pada hari Senin, 18 Maret 2024. Proyek Pengembangunan Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai (BSD) ini diperkirakan akan mengangkat penanaman modal sebesar Rp18,54 triliun.
NI MADE SUKMASARI | ILONA ESTHERINA
Artikel ini disadur dari Mengenal Awal Pengembangan BSD City yang Kini Ditetapkan Jokowi Jadi Kawasan Ekonomi Khusus






