Anatomi Otoritas Swiss Ancam Sita Rekening Bank Hashim: Diduga Ada Kesulitan Pajak

Jakarta – Mahkamah Agung Federal Swiss pada 3 September 2024 memutuskan otoritas ke Jenewa berhak menyita tabungan bank direktur utama Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, serta Anie Hashim Djojohadikusumo, usai diduga mengemplang pajak pada waktu mereka tinggal selama tambahan dari tujuh tahun di dalam Swiss sejak akhir 1990-an.
Berikut data-data di balik ancaman penyitaan account adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo serta sang istri.
Menunggak Pajak Puluhan Tahun
Kabar ini pertama kali disampaikan media lokal Swiss, Gotham City, beberapa waktu lalu. Dalam laporan yang dimaksud Mahkamah Agung Federal Swiss pada 3 September 2024 memutuskan otoritas di dalam Jenewa berhak menyita akun bank yang tersebut dimiliki adik kandung presiden terpilih Prabowo Subianto. Hal ini bertujuan untuk menghentikan tunggakan pajak Hashim dan juga istri selama puluhan tahun.
Miliki Hutang Hingga Mata Uang Rupiah 2,4 triliun
Diketahui, per April 2024, pasangan suami istri ini bersama-sama menanggung utang pajak sebesar US$154 jt atau setara Simbol Rupiah 2,4 triliun.
Nominal Saldo Rekening yang Disita Rupiah 7,8 Miliar
Rekening itu sendiri diperkirakan berisi nominal dengan total sekitar US$ 500 ribu atau setara Rupiah 7,8 miliar. Dana yang tersebut disimpan pada akun tersebut, menurut dokumen pengadilan, berasal dari kekayaan pribadi lalu keluarga Hashim. Hashim serta istri membuka account itu sejak akhir 2001 atau awal 2002.
Merupakan Tindakan Kedua Otoritas Jenewa
Penyitaan tabungan bank yang tersebut dibuka Hashim ini merupakan tindakan kedua yang mana dapat diambil otoritas Jenewa untuk melakukan penutupan utang pajak petinggi Partai Gerindra itu. Sebelumnya pada April 2024, otoritas Jenewa sudah jual dua vila mewah yang digunakan dimiliki melawan nama Anie di dalam Pusat Kota Anières di sebuah lelang seharga US$ 14,5 jt atau setara Simbol Rupiah 227,4 miliar.
Hashim Sebut Lagu Lama
Ketika dimintai konfirmasi, Hashim enggan sejumlah berkomentar. “Itu lagu lama,” ucapnya ketika ditemui usai Diskusi Sektor Bisnis ke Menara Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Indonesia, Kuningan, DKI Jakarta Selatan, Senin, 7 Oktober 2024. Namun ia menolak berkomentar lebih lanjut lanjut.
Awal Mula Kasus
Awal mula kesulitan diduga terjadi pada saat Hashim lalu istrinya meninggalkan Swiss setelahnya menyetujui secara resmi transaksi jual beli perusahaan minyak senilai $1,9 miliar (Rp29,7 triliun) pada tahun 2006.
Untuk diketahui, Hashim Djojohadikusumo, adalah anak bungsu mantan menteri di era Orde Baru, Soemitro Djojohadikusumo. Ia miliki 3 kakak yakni, Biantiningsih, Maryani Ekowati, dan juga Prabowo Subianto.
Selain terlibat mengatur grup perusahaan Arsari, ia juga berpolitik dengan berubah menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Artikel ini disadur dari Anatomi Otoritas Swiss Ancam Sita Rekening Bank Hashim: Diduga Ada Masalah Pajak






