Ridwan Kamil Jaminan Selesaikan Tantangan Kampung Bayam: Saya Belajar Dulu

Jakarta – Calon Pengelola Ibukota Indonesia nomor urut 1, Ridwan Kamil menerbitkan pengumuman mengenai upaya yang digunakan akan dijalankan di menyelesaikan permasalahan hunian warga Kampung Bayam.
“Secara teknis saya harus belajar dulu,” kata Ridwan Kamil ketika ditemui awak media pada kawasan Sunter, Tanjung Priok, pada Sabtu, 12 Oktober 2024.
Mantan Kepala daerah Jawa Barat itu mengutarakan bahwa semua permasalahan yang belum diselesaikan oleh bekas pemimpin DKI Jakarta seperti Anies Baswedan atau Heru Budi selaku penanggung jawab gubernur akan berubah jadi catatan bagi pemerintah berikutnya. “Saya kan belum jadi gubernur,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu menyebutkan bahwa berbagai permasalahan yang mana berjalan di Ibukota kemudian tiada bisa jadi secara langsung melakukan penyelesaian teknis satu per satu. Ia menambahkan, sebagai calon pemimpin daerah, ia masih mengemban tugas untuk mempelajari permasalahan Ibukota Indonesia sembari melakukan rute kampanye agar dapat meninjau urusan sesuai dengan urgensinya.
“Pasti dapat prioritas juga salah satunya kampung bayam,” ujar Ridwan Kamil.
Kampung Bayam merupakan sebuah wilayah ke kawasan Tanjung Priok, DKI Jakarta Utara yang dimaksud dihuni oleh 642 kepala keluarga atau 1.612 jiwa. Warga Kampung Bayam mengalami penggusuran akibat lahan perkampungan mereka terkena dampak pengerjaan DKI Jakarta International Stadion (JIS).
Sebagai gantinya, warga Kampung Bayam dijanjikan untuk menempati rumah susun di dalam dekat JIS yang pembangunannya sudah pernah rampung serta diresmikan oleh Anies Baswedan selaku Pengurus DKI Jakarta ketika itu, pada 13 Oktober 2022 silam. Akan tetapi, hingga kepemimpinan Anies lengser, nasib warga yang tersebut tergusur itu masih belum jelas. Sebab meskipun mereka itu sudah ada memegang nomor unit, mereka belum sanggup menempati rumah susun yang telah dilakukan dijanjikan itu.
Adapun akar permasalahan yang dimaksud berjalan dikarenakan pihak warga Kampung Bayam tiada menyetujui tarif sewa yang digunakan ditawarkan oleh PT Ibukota Propertindo (Jakpro) yang dimaksud dinilai terlalu lebih tinggi bagi mereka. Jakpro sendiri merupakan pihak yang digunakan digandeng pemerintah provinsi (pemprov) Ibukota Indonesia untuk mendirikan proyek konstruksi JIS.
Jihan Ristiyanti berkontribusi pada penulisan artikel ini.
Artikel ini disadur dari Ridwan Kamil Janji Selesaikan Masalah Kampung Bayam: Saya Belajar Dulu






