Cerita Luhut Kenal dengan Menpan RB Anas, dari Koordinasikan Daerah Tangani pandemi Covid-19 hingga Benahi E-Katalog

Jakarta – Menteri Koordinator Area Kemaritiman juga Penyertaan Modal Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan bagaimana awalnya mengenal sosok Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi juga Birokrasi Abdullah Azwar Anas.
Pertemuan pertama Luhut terjadi pada waktu Anas dinobatkan sebagai bupati terbaik ke Indonesia. Setelah itu, Luhut semakin mengenali Anas ketika pandemi Covid-19.
“Waktu saya ditunjuk menangani Covid-19, dalam benak saya dengan segera muncul bagaimana mengoordinasikan antara kabupaten-kabupaten, kota, provinsi, kemudian Polri, TNI, serta sebagainya,” kata Luhut, di Wadah Kemampuan Reformasi Tanah Air sekaligus Peluncuran Buku Menteri PANRB Anti-Mainstream Bureaucracy ke Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2024, seperti dikutipkan dari Antara.
Kala itu Luhut dipercaya Presiden Jokowi memegang komando penanganan pandemi Covid-19. Luhut lalu meminta bantuan Anas agar kepala tempat patuh terhadap peraturan yang digunakan diterapkan selama pandemi melanda Indonesia.
“Ya, makanya kalau Bapak/Ibu mungkin saja tiada tahu, hampir setiap rapat saya, beliau ini ada di dalam tempat saya. Dari situlah saya tahu, ‘oh, paten juga kawan ini’,” ujarnya.
Tak berhenti dalam situ, Luhut yang tersebut ditugasi Presiden Jokowi memperbaiki sistem e-katalog kemudian menunjuk Anas untuk memimpin Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa otoritas (LKPP) tanpa Tim Penilaian Akhir (TPA). Penunjukkan ini pada antaranya dikarenakan sebelumnya Kepala Negara telah enam kali memerintahkan perbaikan sistem, tapi tak jalan juga.
“Nah, pada perjalanan saya, akhirnya sampai pada yang tersebut harus ada penggantian LKPP. Karena tidaklah jalan-jalan, saya lapor Presiden, ‘Pak kalau boleh ini harus diganti’,” kata Luhut.
Lebih jauh, Luhut kemudian menggambarkan bagaimana ketika itu Jokowi menyambut baik usul tersebut. “Kok Pak Luhut tahu Anas? Saya bilang, saya jelasin. Ya ampun, wah beliau waktunya, nih? Ya, kemudian masuklah Pak Anas. Tapi Bapak/Ibu tahu, perintah Presiden Republik Nusantara 6 kali pak itu, tidak ada jalan-jalan,” ucap Luhut.
Dalam kesempatan itu, Luhut juga membeberkan data BPS pada bulan Juli 2024 perihal Skala Perilaku Anti-Korupsi (IPAK) Tanah Air Tahun 2024 sebesar 3,85 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih lanjut rendah ketimbang capaian 2023 sebesar 3,92.
Menurut Luhut, beberapa orang reformasi di di birokrasi sedikit banyak telah lama mempermudah di menghurangi korupsi dalam Tanah Air. Tak belaka itu, ia mengklaim reformasi birokrasi juga sudah mengakibatkan efisiensi kemudian mengakibatkan nama Tanah Air lebih besar bagus ke depan.
Artikel ini disadur dari Cerita Luhut Kenal dengan Menpan RB Anas, dari Koordinasikan Daerah Tangani Covid-19 hingga Benahi E-Katalog






